Minggu, 09 Oktober 2016

asam lambung




ASAM LAMBUNG DAN PENGOBATANNYA


Seringkali kita salah kaprah dengan istilah penyakit asam lambung. Kita beranggapan bahwa penyakit asam lambung adalah karena kondisi perut yang terlalu banyak asam. Sehingga terapi yang sering dilakukan adalah memberikan air minum yang bersifat basa ( pH>7), dengan maksud untuk menetralkan lambung yang terpapar asam. Hal ini tidaklah sepenuhnya benar.

Sebenarnya apakah yang dinamakan dengan penyakit asam lambung ? dan bagaimana pencegahan dan cara mengatasinya ?

Penyakit asam lambung atau yang istilah medisnya disebut dengan GERD ( Gastroesophageal Reflux Disease ) adalah suatu kondisi dimana asam lambung (HCl) yang seharusnya menjadi pembunuh kuman dalam lambung, malah menjadi racun bagi tubuh. Hal ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus (kerongkongan). Kondisi seperti ini jika dibiarkan akan menimbulkan nyeri pada ulu hati dan  serasa terbakar di dada.

Bagaimana terjadinya ?    
                                                                 
LES (lower esophageal sphincter )  adalah semacam diafragma pada esofagus yang berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan menutup untuk mencegah asam lambung dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan.
Jika pintu ini menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, maka asam lambung akan keluar dari perut dan menyebabkan gangguan fungsi tubuh yang disebut dengan istilah “penyakit asam lambung”. Penyakit ini  biasanya terkait dengan faktor kelebihan berat badan, keadaan hamil, atau konsumsi makanan yang berminyak dan mengandung banyak lemak.

Gejala yang dirasakan adalah
1. serasa terbakar dan sesak di bagian dada
2. nyeri ulu hati
3. merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan, misal rasa eneg dan mual
4. mulut serta kerongkongan juga akan terasa tidak enak (rasa pahit)
5. merasa sakit dan kesulitan saat menelan makanan.

Perawatan secara serius akan diperlukan jika gejala asam  lambung muncul secara terus menerus.

Jika penyakit ini dibiarkan berlarut-larut maka komplikasi yang paling sering terjadi adalah peradangan atau inflamasi pada dinding kerongkongan. Penderita akan kesulitan menelan saat makan.
Pada kasus yang lebih parah lagi, bisa terjadi kanker esofagus.


Diagnosis Asam Lambung atau GERD

Biasanya dengan menanyakan gejala-gejala yang dialami,penyakit ini bisa diketahui.Dan untuk memastikan diagnosis bisa dilakukan melalui prosedur endoskopi.
Yaitu dengan cara memasukkan sebuah tabung fleksibel panjang dengan lampu dan kamera pada bagian ujungnya, melalui mulut untuk melihat penyebab naiknya asam lambung, kondisi saluran pencernaan atau jika ada luka di dinding  maupun saluran pencernaan lainnya.

Pengobatan Asam Lambung atau GERD

Pengobatan penyakit asam lambung memiliki beberapa tahap.

Tahap 1.

Cara awal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengganti menu makanan, yaitu beralih ke menu makanan yang rendah lemak dan bergizi.

Tahap 2.

Tahap ini dilakukan ketika perubahan menu makanan tidak berhasil, maka obat-obatan akan digunakan hanya untuk meredakan gejala yang dirasakan.

Tahap 3.

Jika langkah pengobatan yang sudah dijalani masih belum berhasil, mungkin perlu dilakukan operasi untuk mengatasi GERD. Hal ini pun belum tentu 100% memberikan hasil yang memuaskan.

Bagi penderita yang mengalami penyakit asam lambung secara kambuhan, mungkin perlu diberikan dosis obat untuk jangka panjang.
Padahal konsumsi obat jangka panjang juga memungkinkan berakibat tidak baik bagi fungsi organ tubuh yang lain. 
Bahkan, bukannya tidak mungkin penderita akan mengalami alergi obat seperti
Yang terjadi pada kasus STEPHEN JOHNSON SYNDROME maupun GUILLIAN BARE SYNDROME.

Cara terapi terbaik adalah dengan cara detoks (pembuangan racun dari dalam tubuh). Karena dengan terbuangnya kolesterol, lemak dan racun hilang dari dalam tubuh, maka fungsi organ LES akan kembali baik seperti semula.

Suplemen terbaik untuk detoks bisa dipakai adalah JUS FIFORLIF dan Tracemineral CMD. JusFIFORLIF dirancang untuk membuang racun dalam tubuh sekaligus memberikan nutrisi pada tubuh. Sedangkan Tracemineral CMD berfungsi untuk mengembalikan fungsi tubuh pada fungsinya semula.

Untuk hasil maksimal bisa ditambahkan ECM.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar